Showing posts with label Halal Bil Halal Desa Margacinta 2015. Show all posts
Showing posts with label Halal Bil Halal Desa Margacinta 2015. Show all posts

Tuesday, 21 July 2015



Sebelum acara halal bil halal berakhir, Kepala Desa Margacinta H. Edi Supriadi memberikan cidera mata kepada para tamu undangan.

Cindera mata berupa Kujang dan Angklung yang dirangkai menjadi satu. Kujang dan angklung ini juga yang nantinya menjadi simbol Desa Wisata Margacinta. Kedepannya Kujang dan Angklung iniakan dijadikan souvenir khas Desa Wisata Margacinta yang akan dijual di Sanggar yang rencananya akan dibangun  di Lapang dekat kantor Desa Margacinta


Bukan hanya menampilkan dan menjual berbagai macam makanan khas dari setiap Dusun yang ada di Desa Margacinta, namun juga diadakan lomba masak. 

Yang menjadi juri bukanlah orang-orang dari lingkungan Desa Margacinta, akan tetapi jurinya adalah mereka para tamu undangan. Yakni para pejabat baik dari Kabupaten Pangandaran maupun Jawa Barat.

Telah kita ketahui di Desa Margacinta terdapat 7 dusun. Yakni Dusun Balengbeng, Cikadu, Karangkamal, Cibunian, Cidawung, Pangancraan dan Margajaya. Namun peringkat juara hanya sampai peringkat 1 sampai dengan 3. 

Bagi para juara nantinya akan mendapatkan hadiah berupa souvenir berupa kujang dan angklung yang menjadi  simbol Desa Wisata Margacinta.

Berikut hasil lomba masak pada acara halal bil halal Desa Margacinta Selasa 21 Juli 2015


  • ·         Juara 1 : Dusun Margajaya dengan poin 250

  • ·         Jauara 2: Dusun Cibunian dengan poin 225

  • ·         Juara 3 : Dusun Cidawung dengan poin 215

Yang memberikan hadiah lomba masak adalah Bapak Ucup Supriatna anggota DPRD Kabupaten Pangandaran.





Asep kartiwa, S.Pd.,M.Pd selaku Ketua Kompepar Desa Margacinta dalam sambutannya membeberkan kenapa sih Desa Margacinta ingin menjadi Desa wisata.

Asep Kartiwa menuturkan bahwa alasan Desa Margacinta memilih menjadi Desa Wisata setelah melihat rencana strategis Asia Tenggara, Nasional, Propinsi Jawa Barat serta Visi Misi Kabupaten Pangandaran yang ingin menjadi Kabupaten pariwisata yang mendunia.
Terlinta Kenapa sih harus “Desa Wisata”?

Setelah melakukan pendekatan, ternyata di Desa Margacinta memiliki potensi yang beragam. Mulai potensi alam, seni budaya, pertanian dan jalur yang sangat strategis.
Mungkin saat ini baru ada Cijoelang Body Rafting dan Kampung Budaya, namun kedepannya akan ada potensi-potensi lain yang belum muncul keluar.

Untuk tujuan Desa Wisata Margacinta sendiri adalah memanfaatkan potensi yang ada di Desa Margacinta dalam segala bidang seperti:

  • · Kesenian Badud

  • · Gondang

  • · Angklung toel

  • · Pesona alam

  • · Dan lain sebagainya

Saya sudah menjadi Guide sejak tahun 1989 hingga sekarang, maka saya juga tahu apa yang disukai dan dinginkan oleh para wisatawan. Dan saya melihat bahwa potensi di Desa Margacinta ini layak untuk dijual kepada pariwisata domestik dan juga mancanegara.

Untuk menjadikan Desa Margacinta menjadi Desa Wisata yang dikenal oleh khalayak banyak, maka kita harus memiliki Daya tarik tersendiri. Daya tarik yang dapat memikar para wisatawan untuk datang ke Desa Margacinta ini.

Dan salah satunya adalah kesenian badud. Badud hanya ada di Margacinta dan tidak ada ditempat lain. Itulah yang menjadi nilai tambah bagi Desa Margacinta.

Namun lulusan S2 Universitas Galuh ini menuturkan bahwa dalam keterlaksanaan Desa Wisata ini sangat perlu dukungan dari semua pihak. Terutama:


  • ·         Sarana promosi

  • ·         Pelayanan Sumber Daya Manusia

  • ·         Sarana Publikasi

  • ·         Akses jalan

  • ·         Dan lain sebagainya


Kedepannya kami berencana membuat “Sanggar” yang akan dibuat di lokasi lapang dekat Kantor Desa. Disanggar tersebut nantinya akan ada beberapa pasilitas seperti:


  • ·         Tempat pagelaran seni

  • ·         Wisata kuliner

  • ·         Souvenir

  • ·         Lahan parkir

  • ·         Dan lain sebagainya


Di Sanggar tersebut nantinya akan memeperkenalkan para budayawan dan seniman yang ada di Desa Margacinta. Untuk Wisata Kuliner sendiri adalah untuk mempasilitasi ibu-ibu PKK sehingga memiliki kegiatan yang positif.

Itulah sedikit banyaknya isi sambutan yang disampaikan oleh Asep Kartiwa selaku Ketua Kompepar Desa Margacinta pada acara halal bil halal Desa Margacinta Selasa 21 Juli 2015

Dalam sambutannya pada acara halal bil halal Desa Margacinta Kasi Kebudayaan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kebudayaan Kabupaten Pangandaran berharap bahwa Kesenian “Badud” bukan hanya tampil dalam acara-acara resmi saja. Namun dapat ditampilkan ditempat wisata-wisata lainnya yang ada  di Pangandaran.

Kedepan dirinya ingin ada panggung terbuka khusus untuk pagelaran kesenian yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Beliau menuturkan bahwa di Pantai Barat Pangandaran sebenarnya sudah ada tempat pagelaran, namun sekarang malah beralih fungsi menjadi lahan parkir. Sulit untuk menampilkan kesenian disana sekalipu sudah tidak dijadikan tempat parkir, karena disekitaran panggung tersebut dipenuhi oleh para pedagang kaki lima.

Setelahnya perwakilan dari Balai Rumah Angklung Jawa Barat ke Margacinta, beliau menuturkan bahwa di Pangandaran ingin ada pusat pagelaran seperti halnya di “Saung Mang Udjo” karena potensi sangat banyak dan beragam.

Bahkan pihak Balai Rumah Angklung Jawa Barat  sudah menghubungi lagi dan meminta secepatnya konsep rumah pagelaran segera dikirimkan. Dan semoga saja pada anggaran tahun 2016 rumah angklung untuk pagelaran di Kabupaten Pangandaran sudah dapat terealisasi.

Beliau menambahkan untuk menjual kampung badud sendiri harus memperhatikan sarana dan akses jalan. Terkadang para wisatawan ingin datang ke Kampung Badu, namun karena jalannya jauh dan rusak, maka mereka menjadi enggan untuk datang.

Menyikapi hal tersebut saya sudah berkordinasi dengan Kepala Desa Margacinta supaya mencari tempat yang strategis untuk membuat Rest Area seperti halnya Rest Area yang ada di Cibenda.
Di rest area tersebut dipajang foto-foto lokasi wisata yang ada di Kampung Badud/Budaya dan Cijoelang Body rafting. Sehingga para wisatawan tidak perlu jauh-jauh hanya untuk sekedar mendapatkan informasi.

Untuk mensiasati jalan yang rusak, pihak pengelola dapat memberdayakan penduduk sekitar untuk menjadi ojeg pengantar wisatawan. Nantinya para wisatawan yang menggunakan mobil akan diantar oleh para penark ojeg yang standby di rest area Desa Wisata Margacinta.

Beliau juga menambahkan bahwa bisa saja para wisatawan dibawa dengan menggunakan mobil bak terbuka yang di design semenarik mungkin. Sehingga wisatawan merasakan sensasi baru dalam berwisata, yakni berwisata menggunakan mobil bak terbuka.

Itulah sepenggal sambutan dari Kasi Kasi Kebudayaan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kebudayaan Kabupaten Pangandaran dalam acara halal bil halal Desa Margacinta Selasa 21 Juli 2015