Thursday, 2 April 2015












Menjadi juara 3 kategori Musabaqoh Tilawatil Qur’an ( MTQ ) dalam gebyar Keagamaan dan olah raga SMP Negeri 1 Cijulang, Fitri Eka Juliyanti mendapatkan hadiah.
Pemberian hadiah berupa tropi dan juga uang pembinaan dilaksanakan pada hari Seni 27 Maret 2015 pada saat pelaksanaan Upacara Bendera. Ahdi, S.Pd.,M.Pd selaku kepala sekolah SDN 2 Margacinta sangat bangga bahwa walaupun sekolah jauh dari pusat kota namun banyak siswa-siswinya yang berprestasi.
Pemberian tropi ini sengaja dilaksanakan didepan seluruh siswa dengan harapan siswa-siswi yang lain termotivasi dan semakin giat belajar. “ieu contoh anu sae, sok contoh “ujar Ahdi, S.Pd.,M.Pd”.
Namun ketika kita sudah giat belajar, namun ketika kalah dalam suatu kompetisi ataupun tidak pernah ikut suatu lomba jangan pernah merasa diri kita gagal. Karena seorang juara :
·         bukan berarti orang itu tidak pernah gagal
·         berani menerima kegagalan
·         mampu berdiri ketika gagal
·         dan berusaha lebih giat lagi, lagi, lagi dan lagi










Setelah sempat membuat hasta karya dari bahan batok kelapa, kini siswa-siswi kelas IV SDN 2 Margacinta membuat Hasta Karya dari bahan lain, yakni dari kertas karton. Karton dipilih menjadi bahan dasar karena mudah didapatkan. Bahkan dalam pengembangannya, bahan karton ini sapat diganti dengan bahan-bahan yang lain.
Dalam kesempatan kala itu Ibu Ati Sumiati, S.Pd.I selaku wali kelas dari Kelas IV mengajarkan bagaimana sederhana membuat kantong/tas dari bahan karton. Kenapa membuat kantong? Karena pembuatannya relative mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama.
Tidak perlu yang sulit-sulit dulu, yang mudah dulu saja, yang siswa mau dan mampu membuatnya “ujar Ati Sumiati, S.Pd.I”.
Kurang dari 30 menit tas/kantong buatan para siswa kelas IV pun selesai. Dan hasilnya pun sangat bagus. Tas berbahan karton dengan berbagai warna yang memanjakan mata membuat siswa dan guru terpesona.
Hal ini harus sering dilakukan, selain unntuk meningkatkan kreatifitas, juga memberikan wawasan kepada para siswa bahwa tidak perlu bahan yang mahal untuk membuat suatu karya. Kita buktikan dengan bahan yang sederhana kita dapat membuat karya yang baik. Karena bagus tidaknya suatu karya seni itu buka seberapa mahal bahannya, namun seberapa kreatif pembuatnya.











Semakin dekatnya lomba Apresiasi Sastra Sunda  Tingkat kabupaten, Diana dan Rofiq sebagai siswa yang didaulat sebagai perwakilan dari Kecamatan Cijulang mulai berlatih secara intensif.
Latihan pertama Rodiq dan Diana dilaksanakan pada Hari Jum’at 27 Maret 2015. Dalam latihan Rofiq dan Diana bergabing dengan siswa dari sekolah lain yang sudah ditunjuk menjadi rekan mereka.
Diana bergabung dengan siswa dari SDN 2 Cijulang yang menjadi juara 1 diajang Apresiasi Sastra Sunda Kecamatan Cijulang 2015. Begitu pula dengan Rofiq juga bergabung dengan siswa lain yang sudah ditunjuk.
Pemusatan latihan Seni tari Cangkurileung yakni Diana Hermayanti bertempat di SDN 2 Cijulang, sedangkan untuk Rofiq dalam Pupuh dilaksankan di SDN 1 Cijulang. Dalam latihan pertama Rofiq dan Diana masih terlihat canggung. Wajar saja, karena yang menjadi fatner meraka bukan dari sekolah yang sama, nmaun dari sekolah lain. Jadi pasti butuh waktu untuk beradaptasi dan mendapatkan kemistri yang kuat.
Diharapkan dengan pemusatan latihan ini para perwakilan dari Kecamatan Cijulang dapat memberikan yang terbaik kelak ketika tampil di Tingkat kabupaten.









Tepatnya hari sabtu 21 Maret 2015 salah satu siswi SDN 2 Margacinta merayakan ulang tahun nya. Yakni Desti siswi dari kelas 2. Pelaksanaan perayaan ulang tahun dilaksanakan dikediamannya yaitu di Dusun Margajaya.
Walaupun pada saat itu sedang libur Hari Raya Nyepi, namun para dewan guru menghadiri acara ulang tahun tersebut. Hal ini dilakukan demi memuwujudkan rasa harmonis antara guru dan juga orang tua siswa. Seperti yang tercantum dalam visi dan Misi SDN 2 Margacinta.
Lebih dari itu kehadiran dewan guru juga bermaksud dalam rangka promosi. Kenapa begitu? Karena walapun dusun Margajaya masih termasuk dalam pemerintahan Desa Margacinta, namun kebanyakan anak-anaknya malah sekolah keluar daerah. Hal ini sangat disesalkan oleh Ahdi, S.Pd.,M.Pd selaku kepala sekolah SDN 2 margacinta.
Padahal jika dilihat jarak Dusun Margajaya ke Kampus SDN 2 Margacinta tidak terlalu jauh hanya sekitar 1 Km saja. Namun memang tidak dapat dipungkiri banyak factor yang menghalangi kenapa para orangtua siswa enggal menyekolahkan anak mereka ke SDN 2 Margacinta. Diantaranya jalan yang sebagian rusak, banyak orangtua siswa yang kesehariannya/bekerja diluar wilayah Desa margacinta, sampai dengan takutnya orangtua jika anak mereka menyebrangi jembatan gantung.
Padahal jembatan yang sering disebut jembatan Pongpet ini keadaannya sudah jauh lebih baik dari dulu, bahkan kini jembatan Pongpet menjadi Icon selain kesenian Badud Dusun Margajaya. Namun tetap saja para orangtua enggan menyekolahkan anaknya ke SDN 2 Margacinta.
Namun diharapkan dengan berbaurnya para dewan guru dan staf dengan masyarakan Dusun Margajaya selain untuk memperpanjang ikatan silaturahmi juga mampu menjadi daya tarik agar para orangtua mau menyekolahkan anaknya ke SDN 2 Margacinta.
Kangge naon sakola ka daerah batur, salagi aya keneh didaerah sorangan “tutur Ahdi,S.Pd.,M.Pd”. setidaknya itulah yang dikatakan oleh beliau ketika sedang memberikan sambutan di acara ulang tahun Desti.
Adapun acara ulang tahun tersebut dimeriahkan dengan berbagai penampilan mulai dari siswa-siswi TK Taruna Asih maupun SDN 2 Margacinta. Ada yang berjoged, menari, sampai dengan bernyanyi.
Dibawah ini beberapa moment saat perayaan ulang tahun Desti

Bapak Kadus Margajaya Saat memberika sambutan
 
  

Bapak Ahdi,S.Pd.,M.Pd Saat memberika sambutan