Sunday, 15 February 2015



Telah kita  ketahui bahwa Belajar adalah berusaha memperoleh kepadaian atau ilmu, brubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. Jadi seseorang dianggap belajar apabila dia dapat menunjukan perubahan perilakunya. Perubahan akibt belajar dapat terjadi dalam berbagai bentuk perilaku, dari ranah Kognitif, Afektif dan Psikomotor (id.wikipedia.org/wiki/Belajar).
Maka daripada itu pembelajaran yang efektif sangat dibutuhkan.  Banyak cara agar pembelajaran bisa efektif . mulai dari menciptakan suasana belajar yang nyaman, menarik dan aktif sampai dengan menggunakan berbagai macam media pembelajaran seperti alat peraga pembelajaran.
Alat peraga itu sendiri merupakan salah satu alat komponen belajar yang mengubah materi ajar menjadi kongkrit dan realistic. Penyediaan alat peraga merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan  siswa belajar, sesuai dengan tipe siswa belajar. Pembelajaran menggunakan alat peraga berarti mengoptimalkan fungsi seluruh panca indera siswa. ( gurupembaharu.com>Home>PEMBELAJARAN )
Maka dari itu penggunaan alat peraga ini sangat menunjang keberhasilan proses pembelajaran disekolah. Tidak terkecuali pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Pendidikan Agama ini sangat penting, sebab setiap tingkah laku kita harus sesuai dengan aturan agama. Sehingga alat peraga sangat berperan penting dalam proses pembelajaran . karena dengan pembelajaran Agama yang baik maka akan baik pula kehidupan seseorang. pendidikan agama itu harus diterapkan sejak dini, karena apabila masih kecil sudah mengenal pendidikan Agama, maka apabila dia sudah besar maka akan menjadi orang yang beragama.
Dibawah ini beberapa fotret penggunaan alat peraga dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 2 Margacinta:
















Upacara bendera ajarkan kepada siswa bagaimana cara mencintai tanah air Indonesia.
Tak bosan setiap hari Senin tiba maka disetiap sekolah, instansi pemerintahan dan lainnya menggelar upacara pengibaran bendera. Bukan berarti kita menyembah kepada bendera, tetapi ini ungkapan rasa terima kasih kepada para pahlawan yang rela dan bersedia mengorbankan harta, tenaga bahkan nyawa demi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam upacara pengibaran bendera ini banyak sekali pelajaran yang dapat siswa-siswi ambil mulai dari kedisiplinan, bela Negara, sampai dengan mencintai tanah air kita Indonesia. Warna merah artinya berani, berarti berani mencintai dan menjaga Negara Indonesia ini dengan segala daya dari para penjajah dan semua pihak yang mempunyai niat jahat. Warna putih artinya suci, suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Karena itulah bangsa Indonesia ini dikenal dengan keramah tamahannya karena sikap suci itu sendiri sudah ada didalam hati sanubari.
Maka dari itu tidak ada alasan untuk tidak mengkuti upacara bendera khususnya pada hari Senin. Karena disanalah sebagian bukti bahwa kita mencinta, menyayangi, menghormati, menghargai, dan siap menjadi penerus para pahlawan yang telah gurur demi kita, demi anak cucu kita dimasa depan. Mungkin tak akan pernah bisa kita menjadi seperti mereka yang telah mengorbankan nyawanya demi Bangsa ini, tetapi setidaknya kita berusaha menjaga, memupuk sejak dini kepada para penerus bangsa bahwa pahlawan itu ada dan mereka rela berkorban demi kita, demi anak cucu mereka dan demi bangsa kita INDONESIA.































Tepanya pada hari Sabtu 14 Februari 2015 KKG Guru PJOK SD se-Kecamatan Cijulang diadakan di SDN 2 Margacinta. Dalam kesempatan itu KKG guru PJOK melaksanakan pelatihan singkat tentang Senam Jumsihat 2.
Setelahnya kegiatan KKG berakhir, para Guru PJOK ini berkunjung ke kawasan wisata Kampung Badud. Mereka merasa penasan bagaimana sih Kampung Badud tersebut. Dan dari pihak SDN 2 Margacinta pun mengatar para Guru PJOK ini ke Kampung Badud. Para Guru PJOK diantar oleh Narli, S.Pd (Abah Kunay), Andi Sukmayadi, Gita Okshlyia Ismayanti, Ati Sumiati, S.Pd.I.
Sesampainya dikawasan kampung Badud mereka dihadapkan dengan Nuansa yang sangat indah. Bahkan tak banyak yang memuji tentang keindahan tempat tersebut
sambil menikmati eindahan kampong Badud, para Guru PJOK ini menyantap hidangan yang telah disediakan pihak SDN 2 Margacinta selaku tuan rumah KKG Guru PJOK. Makanan yang sederhana, namun terasa nikmat bila dimakan ditempat senyaman ini dan beramai-ramai.
Makanan pun habis, kini tinggal menu cuci mulut yaitu Durian. SDN 2 Margacinta  sangat terkenal jika sedang musim Durian. Hal tersebut sudah menjadi rahasia umum, karena Kepla Sekolah SDN 2 Margacinta sangat banyak memiliki Pohon Durian yang produksi banyak. Jadi pada musim Durian seperti sekarang SDN 2 Margacinta banyak pengujungnya terutama para guru yang sekedar ingin merasakan Durian Masih milik bapa KepSek “tutur Asep Ferdiansyah Arif (Staf SDN 2 Margacinta).
Setelahnya, menikmati Durian, para Guru PJOK ini juga menyambangi wisata air Body Rafting yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Kampung Badud. Jaraknya kurang lebih 1 Km dari Kampung Badud. Terletak di kawasan Dusun Pangancraan Wisata air Body rafting ini sangat diminati para wisatawan walaupun jalan untuk menuju kawasan ini lumayan rusak. Tetapi kalau sudah tahu keindahnya maka jalan rusak pun akan terasa bagus.
Dengan hanya Rp.60.000 anda dapat menikmati keindahan arus sungai cijulang. Harga ini sudah termasuk makan. Harga tersebut terbilang masih sangat terjangkau, dikarenakan Body rafting ini masih dalam Promosi.
Jam pun sudah menunjukan pukul 12.30 dan para Guru PJOK ini sudah siap mengarungi derasnya sungai cijulang. Hingga pukul 15.00 








IPPOR CUP adalah ajang tahunan yang mempertandingkan team bola volley putra/putri Siswa Sekolah dasar se-Kecamatan Cijulang dimana SDN 2 Kondangjajar selaku  Tuan Rumahnya. Ajang ini dilaksanakan demi menjaring bakat-bakat baru dalam olahraga khusunya olahraga bola Volley.
Seperti tahun sebelumnya SDN 2 Margacinta tahun ini mengirimkan utusannya untuk mengikuti ajang IPPOR ini. Dengan harapan kami dapat memenangkan kejuaraan bergengsi ini.  
Seminggu sebelumnya, diadakan latihan rutin kepada para atlit bola volley putra untuk menghadapai ajang IPPOR 2015 ini. sebelum mematenkan pemain guna dibawa kepertandingan, team manager mengadakan seleksi. Hal ini dilaksanakan guna mengoptimalkan potensi dan kemampuan para siswa. Setelah diadakan seleksi, maka terpilih 8 siswa yang berhak mengikuti ajang IPPOR 2015 di SDN 2 Kondangjajar.
Adapun daftar pemain team bola volley SDN 2 Margacinta yang lolos seleksi: Rizki Setiawan (IV), Ahmad Deri (V), Ropiq Raihan Bisyri (V), Firman Herrdiansyah (V), Usep Syaefulloh (VI), Abdul Lukman Hakim (VI), Kodarso (VI), Sopyan Sumarlin (VI).
Di pertandingan perdana hari Sabtu 07 februari 2015 team dari SDN 2 Margacinta menghadapi team dari SDN 3 Ciakar. Dengan harapan yang besar dan percaya diri yang tinggi kami berangkat dari Sekolah ke tempat pertandingan akan dilaksanakan. Sesampainya ditempat pertandingan, kami disuguhkan pertandingan team bola volley putri antara SDN 4 Cijulang (Nusa) melawan SDN 1 Kertayasa. Dan akhirnya kemenangan ada dipihak SDN 1 Kertayasa.
Sudah lama kami menanti, akhirnya giliran bermain pun tiba. Setelahnya melaksanakan pemanasan, pihak penyelenggara memberikan informasi bahwa team dari SDN 3 ciakar tidak dapat hadir pada pertandingan melawan team SDN 2 Margacinta. Dan secara prosuderal kami memenangkan pertandingan tersebut (WO). Akhirnya kami pulang. Terasa senang karena kami lanjut ke babak berikutnya, tapi kecewa karena kami tidak dapat bertanding didepan apara pendukung yang telah hadir.
Pada babak berikutnya tepatnya hari Kamis 12 Februari 2015 kami benar-benar berhadap an dengan lawan yang sangat bagus.  Yakni team dari SDN 1 Kertayasa. SDN 1  Kertayasa  ini adalah langganan juara pada ajang IPPOR CUP ini.
Pertandingan pun dimulai sekitar pukul 16.15 WIB. Cuaca pada saat itu diguyur hujan lumayan deras sehingga para pemain sedikit sulit mrngontrol bola. Dan benar saja keetakutan yang kami rasakan terjadi. Team SDN 2 Margacinta harus menerima kekalahan setelah dikalahkan 3 set sekaligus. Set pertama skor 25 : 20, set kedua skor 25 : 19 dan di set ketiga skor 25 : 15.
Walaupun team mengalami kekalahan, namun Ibu Nunung kartini, S.Pd (Pelatih)  dan Andi Sukmayadi (Official) cukup bangga, karena team dapat mengimbangi permainan tanpa beban mental.