Saturday, 14 November 2015



Kabupaten nampaknya kini sedang berbenah dalam segala lini. Tidak tertinggal pula mengenai peng-asetan. Sejak beberapa minggu lalu di Kabupaten Pangandaran sedang gencar pemeriksaan aset di semua instansi pemerintahan. Baik didunia kesehatan sampai dengan pendidikan.

Pemeriksaan aset ini adalah langkah dalam pemindahan aset dari Kabupaten Ciamis kepada Pemerintahan Kabupaten Pangandaran sebagai Daerah Otonom Baru (DOB). 

Tepatnya kamis, 12 Nopember 2015 SDN 2 Margacinta kedatangan team pemeriksa aset dari Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset daerah Kabuupaten Pangandaran. Dalam pelaksanaannya semua aset baik bantuan dari pemerintah dan pembelanjaan Dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS) diperiksa. Tujuannya adalah mencocokan keadaan barang sesuai data yang diterima dari Pemerintahan Kabupaten Ciamis yang nantinya akan berpindah tangan kepada Pemerintahan Kabupaten Pangandaran.

Semua daftar aset diperiksa mulai alat peraga, KIR, KIB, KIT IPA/Matematika, papan data sampai dengan buku pembelajaran.

Monday, 9 November 2015

Dalam ulasan materinya Kak Muplihin pada acara Bintek Ekstrakulikuler Pramuka di Gedung Serba Guna KPRI "TUNAS" Cimerak terselip hal yang menyinggung tentang permasalah di zaman modern (Abad 21).
Menurut Kak Muplihin setidaknya ada 10 tantangan yang harus dihadapi diabad 21 ini, anatara lain:
  1. Kecepatan
  2. Kenyamanan
  3. Gelombang Generasi
  4. Pilihan (Choice)
  5. Ragam Gaya Hidup
  6. Kompetisi Harga
  7. Pertambahan Nilai
  8. Pelayanan Pelanggan
  9. Teknologi sebagai Andalan
  10. Jaminan Mutu
Itulah 10 tantangan diabad 21 versi Kak Muplihin.
Sebagai Pembina Pramuka sekaligus orangtua, kita harus bisa menyesuaikan cara mendidik kita sesuai dengan perkembangan zaman. Agae menjadi siswa/anak/anggota Pramuka ayang unggul. Dengan catatan tidak meninggalkan norma-norma yang diatur. Baik dalam Agama maupun Negara.

Seperti Ungkapan Ali Bin Abi Thalib "Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya"


Waktu 3 hari memang tidak cukup untuk mengupas semua hal mengenai Gerakan Pramuka. itulah kata yang terlontar dari Kak Muplihin saat memberikan materi.
Kak Muplihin, S.Ag.MM.Pd adalah Pusdiklatcab Ciamis yang notabennya berdomisili di Kecamatan Langkaplancar Kaupaten Pangandaran. Walaupun sangat jauh jarak dari rumahnya ke tempat Bintek yang berada di Cimerak, namun beliau tetap setia dan bersedia hadir seperti dititik-titik bintek sebelumnya. 

Bintek di Kecamatan Cimerak ini gabungan dari 3 Kecamatan/kwaran yakni Cijulang, Parigi dan Cimerak. Adapun bintek sebelumnya diadakan di Padaherang, Pangandaran dan Langkaplancar.
Kak Muplihin yang sekaligus juga merangkap sebagai kepala Sekolah MIN Cikarees Kecamatan  Cigugur ini dapat dibilang pemateri yang sering muncul dan menjadi paporit. Mulai dari materi kkesiagaan, penggalang, AD ART, Administrasi, Akreditasi Pramuka, dan materi lainnya.

Menurut Sri Mulyani, S.Pd Pembina putri dari Pangkalan SDN 2 Margacinta materi Kak Muplihin itu sangat menggugah dan juga mudah untuk dicerna. namun karena waktu yang terbatas, banyak materi yang tidak dapat disampaikan secara rinci dan detail.

"nanti kita lanjutkan di Karang Pamitran di Kwaran masing-masing, jika ada yang perlu bantuan saya silahkan hubungi nomor saya. Insya Alloh saya akan membantu" ucap Kak Muplihin
 

Sunday, 8 November 2015

Di Hari kedua pelaksanaan bintek ekstrakulikuler pramuka, selain diisi materi tentang kesiagaan, diisi pula materi-materi yang menunjang kepramukaan. Adalah Kak Junaedi yang menjadi pemateri sabtu pagi kemarin. Dalam persentasinya beliau memaparkan menganai kebijakan Kwartir Nasional Tentang Gerakan Pramuka.

Kak Junaedi menyebutkan bahwa gerakan kepanduan yang memiliki undang-undang barula Pramuka saja yakni Undang-undang no 12 Tahun 2015.

Adapun dasar hukum ekstrakulikuler menjadi  ekstrakulikuler wajin adalah Permendikbud RI No. 63 tahun 2013. Sehingga dalam kurikulum 2013 yang beberapa waktu lalu diberhentikan sementara pramuka menjadi wkstrakulikuler yang wajib terutama bagi jenjang Sekolah Dasar (SD).
Sampai saat ini pertauran tersebut belum dicabut oleh Menteri Pendidikan, sehingga Secara otomatis ekstrakulikuler pramuka masih menjadi ekstrakulikuler yang wajib meskipun Kurikulumnya buka Kurikulum 2013 "tutur Junaedi"



 “Kebijakan Kemendikbud tentang   Implementasi Kurikulum 2013 dan ektrakuler kepramukaan” adalah materi yang disampaikan oleh Kasi Pendidikan Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Pangandaran Wawan Maryono. Dalam materinya beliau menerangkan bahwa nantinya Ekstrakulikuler Kepramukaan sangat berperan besar dalam pelaksanaan kurikulum 2013 yang nantinya berubah menjadi “Kurikulum Nasional”

Dalam perjalannya nanti, Wali Kelas bisa atau diperkenankan saling berkolaborasi dalam pembelajaran. Jika ada materi pembelajaran yang dianggap sulit atau dapat disisipkan dalam kegiatan kepramukaan, maka wali kelas dapat meminta bantuan kepada pembina Pramuka.

Lebih lanjut beliau menuturkan bahwa pramuka dalam kurikulum 2013/ nasional itu:
1.      Merubahkarakter
2.      Memasukan pokok bahasan kelas kedalam kepramukaan
3.      Mendorong Mabigusmengalokasikan dana khusus
4.      Dan lain-lain

Dalam kesempatan ini Wawan pula membahas bahwa dala pelaksanaannya nanti pasti tidak akan berjalan mulus. Rintangan dan masalah pasti ada, namun ingatlah bahwa ketika kita diuji dengan 1 kesulitan, maka akan ada 2 kemudahan.
Ketika ada kesulitas maka hendaklah HHN.
Apa itu HHN?
HHN itu Hadapi, Hayati dan Nikmati “Tambah Wawan”



Sebanyak 182 pembina pramuka mengikuti Bintek Ekstrakulikuler Pramuka. Bertempat di Gedung serba guna KPRI “TUNAS” Kecamatan Cimerak, acara bintek Ektrakulikuler Pramuka ini sukses digelar.

Kegiatan bintek dilaksanakan selama 3 hari, yaitu mulai hari Jum’at s/d Minggu 06-08 Nopember 2015. Bintek ekstrakulikuler diikuti 182 Pembina Pramuka Tingkat Sekolah dasar (SD) Dari 3 Kwaran. Yakni Kwaran Cijulang, Parigi dan Cimerak. 

Tatang Ruhiyat selaku ketua panitia menegaskan dalam sambutannya bahwa bintek Pramuka ini adalah titik yang kempat sekaligus titik terakhir. Sebelumnya kegiatan bintek pramuka telah dilaksanakan dititik-titik lain yakni di Kwaran Padaherang, Pangandaran dan Langkaplancar.
Tatang Ruhiyat juga menambahkan bahwa acara bintek ini adalah Program dari Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran yang dilaksanakan juga masih dalam rangka menyambut Milangkala Kabupaten Pangandaran yang ke-3.

Adapun tujuan bintek pramuka ialah “memahami, mampu mengimplementasikan ekstrakulikuler pramuka dalam kurikulum 2013” Tambah Tatang Ruhiyat.

Dalam 3 harin pelaksanaan bintek ekstrakulikuler pramuka diisi dengan berbagai materi, seperti kesiagaan, kepenggalangan, AD ART, Scouting Skill dan lain sebagainya. Kegiata ini juga diisi oleh pemateri yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya seperti Wawan Maryono (Kasi Pendidikan SD) Kabupaten Pangandaran, Oop Ropiah, Deden, Muplihin,S.Ag.MM.Pd (Pusdiklatcab Ciamis), Junaedi (Pusdiklatcab Ciamis) dan rekan-rekannya.


Sunday, 1 November 2015

100_8509Dipenghujung Bulan lalu tepatnya tanggal 31 Oktober Puluhan orangtua siswa SDN 2 Margacinta mengikuti acara Sosialisasi Psikologi anak.
Puluhan orangtua/ wali siswa ini diberi pengetahuan dasar mengenai bagaimana cara mengetahui bakat dan kemampuan yang dimiliki anak mereka. Adalah Grahita Indonesia cabang Pangandaran pencetus sosialisasi Psikologi anak ini.
Menurut Nani salah satu pemateri dari Grahita Indonesia cabang Pangandaran sosialisai ini dilaksanakan
guna memberikan solusi bagi para orangtua tentang bagaimana cara mengurus anak-anak mereka sesuai dengan psikologi yang dimiliki. Rani juga menambahkan bahwa alangkah penting bagi orangtua mengetahui sejauh mana perkembangan anak mereka dan bagaimana cara yang benar menghadapi mereka.
Dengan cara yang tepat, mampu membuat keberhasilan dalam pembelajaran menjadi meningkat. Karena mengajari anak bukan hanya tugas Guru, namun juga tugas kita sebagai orangtua "pungkas Nani"