Wednesday, 18 March 2015


Apresiasi Sastra Sunda tahun 2015 kembali dilaksanakan.
Acara ini dilaksanakan di Gedung SMP Negeri 1 Cijulang.

Acara ini sengaja dilaksanakan di SMPN 1 Cijulang sebagai upaya promosi SMPN 1 Cijulang itu sendiri.

Adapun kategori yang dilombakan diantaranya:
1. Membaca dan Menulis Aksara Sunda
2. Tari Tradisional (Tari Cangkurileung)
3. Cerita Sunda
4. Pupuh Raihan

Pada perlombaan ini SDN 2 Margacinta hanya mengirimnkan utusan pada 3 kategori, yaitu Tari Tradisonal, Cerita SUnda, dan Pupuh.
Untuk pupuh yakni Rofiq Raihan Bisyri, Firman Herdiansyah dan Dandi Rizkia Pratama
Untuk Cerita Sunda yakni Yani Heryani
Dan untuk Tari Tradisional yakni Diana Hermayanti dan Annisa Fitri Aeni.

Lomba dimulai sekitar Pukul 08.45 WIB setelahnya acara pembukaan. Acara pembukaan itu sendiri dilaksanakn didalam ruangan. Hal ini dilakukan karena cuaca diluar ruangan cukup terik, ditakutkan jika upacara pembukaan dilaksanakan diluar ruangan ada siswa yang sakit sehingga mengahmabat dalam pelaksanaan lomba.

Dalam Apresiasi Sastra Sunda tahun ini SDN 2 Margacinta menyabet 2 gelar juara, yakni
* Juara 2 dalam kategori Tari Tradisional ( Diana dan Annisa )
* Juara 3 dalam kategori Pupuh ( Ropiq, Firman dan Dandi )

Adapun untuk Cerita Sunda ( Yani ) hanya masuk ke 10 sepuluh besar saja.







Ujian Nasional memang masih menjadi momok bagi para orangtua, siswa maupun guru. Pasalnya dalam pelaksanaannya Ujian Nasional dijadikan acuan untuk kelulusan seorang siswa baik itu di jenjang Sekolah dasar, Sekolah menengal maupun SLTA. Memang kecemasan semua pihak mengenai Ujian Nasional bukan hanya sekedar kecemasan tanpa alasan. Banyak kalangan mengatakan masa kelulusan ditentukan hanya dengan beberapa mata pelajaran saja, lalu buat apa kita belajar setiap hari jika kelulusan hanya berdasar pada nilai Ujian Nasional.
Dalam hal ini, pelaksanaan Try out menjadi sangat penting. Dikarenakan try Out itu sendiri ada guna mempersiapkan para siswa untun menghadapi Ujian Akhir. Teerlepas dari itu Try Out mengajarkan kedisiplinan para siswa dengan tidak mencontek maupun mencuri jawaban dari orang lain. Usaha sendiri itu adalah kuncinya. Siswa harus Percaya Diri (PD) dengan jawabannya.
Pada hari Senin 23 Februari 2015 dilaksanakan Tru Out (TO) untuk tingkat Sekolah dasar. Pelaksanaan Try Out ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi US/M (ujian Sekolah/Madrasah) yang dulu kita kenal dengan UN (Ujian Nasional).

Adapun mata pelajaran yang diuji cobakan adalah, Matematika, Bahasa Indonesia, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Untuk matematika dilaksanakan pada hari Senin 23 Februari 2015.
Untuk Bahasa Indonesia dilaksanakan pada hari Selasa 24 Februari 2015.
Dan mata ppelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dilaksanakan pada hari Rabu 25 Februari 2015.
Menurut jadual yang didapatkan dari Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten pangandaran, Try Out dilaksanakan mulai Pukul 08.00 sampai dengan 09.30 WIB.


Dibwah ini beberapa foto pelaksanaan Try Out di SDN 2 Margacinta















Menjadi juara 1  dalam Pentas PAI Kecamatan Cijulang Tahun 2015 dalam Kategori Musabaqoh Hifdil Qur’an ( MHQ ) Putra Rofiq Raihan Bisyri didaulat menjadi wakil Kecamatan Cijulang dalam Pentas PAI Tingkat Kabupaten Pangandaran.
Hal ini dibenarkan oleh Yayah Haryati,S.Pd.I selaku Guru Pendidikan Agama Islam di SDN 2 Margacinta dan sekaligus orang tua Rofiq Raihan Bisyri. Memang benar Rofiq jadi perwakilan dari Kecamatan Cijulang ke tingkat Kabupaten “tuturnya”.
Bukan kali pertama Rofiq ini menjadi perwakilan Kecamatan ke tingkat Kabupaten. Seperti hal nya tahun kemarin, Rofiq menjadi perwakilan dari Kecamatan Cijulang dalam bidang pupuh. Bahkan saking berbakatnya pada kegiatan Pentas PAI pada hari Selasa 10 Maret Kemarin Rofiq mengikuti 2 kategori langsung yakni kategori MHQ dan juga Rebana. Dan dalam Group rebannya pun Rofiq menjadi vokalisnya.
Walaupun tidak menjadi juara 1 di ajang Pentas PAI Kecamtan Cijulang tahun 2015 namun Group Rebana SDN 2 Margacinta cukup bangga bisa masuk juara 5 besar. Pasalnya persiapan yang dilakukan tidak cukup banyak. Hanya kurang dari 2 minggu Team pelatih harus mengumpulkan siswa dan melatihnya secara singkat. Namun perncarian para pemain rebana ini tidak terlalu sulit, tapi cara melatihnya lah yang sedikit sulit.
Sedikit berbeda dari tahun sebelumnya dari penampilan group rebana SDN 2 Margacinta, pada tahun 2015 ini Team Pelatih Group rebana SDN 2 Margacinta mengkolaborasikan kesenian ini dengan Kesenian Badud. Kesenian Badud ini adalah kesenian asli dari Dusun Margajaya Desa Margacinta yang keberadaannya tidak terlalu jauh dari Lokasi Sekolah. Bahkan lebih 16 Siswa telah mampu memainkan alat music dog-dog “alat music pengiring kesian badud”. Bahkan sudah ada Station Televisi yang telah meliput keahlian para siswa SDN 2 Margacinta ini.
Melihat peluang dan kemampuan siswa, Team pelatih berinisiatif untuk mengkolaborasikannya dengan kesebian Badud. Biar beda “tutur Asep Ferdiansyah Arif”. Perihal tersebut Ahdi, S.Pd.,M.Pd selaku kepala sekolah SDN 2 Margacinta memberikan apresiasi yang baik. Wah bagus, biar beda dengan yang lain dan menjadi ciri khas “tutur Beliau”.
Latihanpun dilakukan setiap hari disela-sela waktu istirahat dan selepas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selesai. Agak sedikit sulit memang, dikarenakan tidak semua pemain rebana ini mahir memainkan alat music. Seharusnya siswa yang telah mampu bermain rebana d an pernah memainkan alat music dog-dog lah yang memainkannya, tetapi hal tersebut tidak bida. Dikarenakan banyak dari mereka yang mengikuti lomba dikategori yang lain. Namun Team Pelatih optimis para siswa akan menguasai materi latihan sebelum Pentas PAI tersebut dimulai.
Dihari pelaksanaan Pentas PAI Kecamatan Cijulang Tahun 2015 Group Rebana SDN 2 Margacinta mendapatkan nomor urut ke 16.
Giliran tampilpuntiba. Dengan menggunakan pakaian serba hitam khas suku sunda yang diperlengkap dengan ikat sunda, group Rebana SDN 2 Margacinta pun tamil dengan penuh percaya diri. Rasa percaya diri mereka pun tidak sia-sia. Karena selepas mereka tampil banyak sekali penonton yang memberikan tepuk tangan kepada mereka karena penampilannya yang sangat bagus. Bagimana tidak banyak penonton yang menyukai mereka selain penampilan khas kesenian badud  ditambah juga suara merdu sang vokalis.
Rofiq Raihan Bisyri sebagai Vokalis bukan hanya sekali dua kali bernyanyi didepan umum. Rofiq ini adalah siswa langganan juara di ajang seni tarik suara, baik itu tari  suara Pupuh maupun bebas. Bahkan pada tahun 2014 Rofiq menjadi perwakilan dari Kecamatan Cijulang diajang Festifal Apresiasi Bahasa dan sastra Sunda di Kabupaten pangandran. Namun sayangnya Rofiq hanya mampu masuk ke 10 besar ditingkat Kabupaten Pangandaran.

Banyak yang memuji penampilan Group rebana SDN 2 Margacinta. Itu karena dikolaborasi dengan kesenian Badud. Terlepas dari itu, Team Pelatih memang sengaja memasukan sebagian part dari kesenian Badud. Hal ini bertujuan supaya masyarakat tahu bahwa ada kesenian Asli dari Kabupaten pangandaran yang menarik. Sekaligus mengajak kepada halayak ramai supaya bersama-sama melestarikan kesian Buhun ini. Juga Kesenian ini menjadi daya tari bagi SDN 2 Margacinta sebagai Sekolah yang paling dekat  dengan tempat kesenian badud ini berasal. 


6siswa SDN 2 Margacinta JuaraPentas PAI Kecamatan Cijulang 2015

Sebanyak 21 orang siswa SDN 2 Margacinta ikuti Pentas PAI Kecamatan Cijulang tahun 2015. 21 siswa inimengisi 7 kategori yang dilombakan yaitu: Musabaqoh Hifdil Qur’an (MHQ), Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), Kaligrafi, Kesempurnaan bacaan dan gerakanSholat, Pidato/Pildacil,LCC,  danQasidah/Rebana.
                Pentas PAI ataulebih Familiar dengan sebutan Sapta Lomba diadakan pada hari Selasa 10 Maret 2015.Bertempat di SDN 1 Cijulang, Masjid Agung Cijulang dan Gedung KPRI Tugu Cijulang kegiatan sangat meriah.Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala UPTD yang diwakilkan oleh Bapak Pengawas. Bapak UPTD Dikbudpora Kecamatan Cijulang berhalanggan hadir, karena disaat yang bersamaan diadakan pula pertemuan dengan Pejabat Bupati Pangandaran Bapat H. Endjang Naffandy.
                Pembagian tempat kegiatan terbagi 3 yaitu SDN 1 Cijulang untuk lomba MHQ, MTQ, Pildacil. Masjid Agung Cijulang tempat pelaksanaan kaligrafi sertakesempurnaan gerakan dan bacaan Shalat . Adapun untuk Qasidah/Rebana diadakan di gedung seraba Guna KPRI Tugu Cijulang dimana disana pula tempat pembukaan acara Pentas PAI.
                Persaingan ketat sudah terlihat sejak acara pembukaan .banyak siswa yang mengeluh dan takut mengikuti acara Pentas PAI ini. Namun para pembimbing member penjelasan kepada para siswa bahwa dalam sebuah perlombaan bukan masalah menang atau kalah, namun bagaimana cara kita memberikan yang terbaik. Percayadiri, optimis dan kerja keras adalah kuncinya.
                Setelah hamper menunggu 1 jam, hasil Pentas PAI pun diumumkan. Dan ketika dibacakan satu-persatu juara dari setiap kategori Alhamdulillah 4 siswa SDN 2 Margacinta menjadi juara di 4 kategori yaitu:
·         Juara 1 MHQ (Putra) atas nama Rofiq Raihan Bisyri
·         Juara 3 MHQ (Putri) atas nama Diana Hermayanti
·         Juara 2 Kesempurnaan Bacaan & Gerakan Shalat atas nama Abdul Lukmanul Hakim, Ahmad Deri dan Soni Hendrayanti
·         Juara 2 MTQ (Putri) atas nama Fitri Eka Juliyanti

                
Semua orang pasti memiliki kreatifitas. Itu adalah sesuatu yang alami  ada pada diri setiap manusia. Namun memang ada orang yang mampu mengeluarkan dan mengembangkannya, bahkan ada yang sampai dewasa belum mampu mengeluarkan dan mengembangkan kreatifitasnya.
            Untuk itu sekolah berperan penting dalam pengembangan kreatifitas para siswanya. Maka disekolah itu ada Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK). Dalam mata pelajaran inilah diajarkan berbagai macam seni baik itu karya seni rupa, suara dan lainnya. Dan tidak sedikit yang menuntut kreatifitas siswa.
            Dalam hal ini peran  Seorang Guru pun menjadi sangat penting, karena tidak semua siswa mampu mengeluarkan daya kreatifitasnya secara sendiri. Guru menjadi jembatan bagi siswanya dalam mengembangkan kreatifitasnya. Banyak cara untuk mengembangkan daya kreatifitas diantara adalah Hasta Karya.
Hasta karya adalah sebuah kegiatan yang menghasilkan suatu kreatifitas yang mempunyai nilai fungsi, nilai seni, dan nilai jual, yang bahannya berasal dari sampah organic dan anorganik. Tujuan dari Hasta Karya ini adalah untuk meninjau seberapa jauh kreatifitas yang dimilki para siswa.
Seperti yang dilakukan Siswa Kelas IV SDN 2 Margacinya. Mereka memanfaatkan batok kelapa yang tidak digunakan menjadi karya yang mempunyai nilai fungsi dan nilai jual.  Yakni dengan membuatnya menjadi gayung. Bahan-bahannya pun sangat mudah didapatkan dan tidak perlu banyak modal hanya perlu ketekunan dalam pengerjaannya.
Kegiatan Hasta Karya ini dipandu langsung oleh Wali Kelas IV yaitu Ibu Ati Sumiati, S.Pd.I. Adapun tempat kegiatan Hasta Karya ini dilakukan adalah di halaman belakang sekolah. Sengaja kegiatan dilakukan diluar kelas supaya siswa tidak merasa bosan dan mencari  suasana belajar yang baru.

Kegiatan Hasta Karya ini sangat bermanfaat bagi siswa, karena secara tidak langsung siswa diajarkan menjadi orang yang produktif bukan orang yang konsumtif. Karena orang akan dihargai lebih bila mereka memiliki krativitas yang tinggi. 










Home sweet home mungkin itulah ketika ita membicarakan rumah.
Namun apakah istilah itu berlaku juga untuk sekolah?
Sekolah selain tempat menimba ilmu dan sekolah juga menjadi rumah kedua untuk para siswa. Rumah adalah tempat dimana semua aktifitas dimulai disana. Jika seseorang keluar dari rumahnya dengan bahagia, maka kebahagiaan akan menyertainya ketika diluar rumah.
            Sebagai rumah kedua sekolah harus lah nyaman. Nyaman bukan dalam arti seperti dirumah sendiri. Namun dapat membuat nyaman bagi para penghuninya. Mereka terlindungi dari panas, hujan bahkan dari kenakalan. Akana tetapi bukan anak-anak namanya jika mereka tidak nakal. Terus  bagaimana kita menjadi menghindari kenakalan?
            Nah hal tersebut lah yang menjadi tugas guru disekolah. Guru menjadi orangtua kedua bagi para siswa. Bukan berarti guru harus memanjakan setiap siswa sesuai kemauan mereka, tetapi memberi arahan kepada siswa tentang sesuatu yang baik dan yang buruk.
Guru menciptakan suasana belajar yang nyaman, agar siswa betah lama-lama belajar dan tidak merasa bosan. Karena kebosanan dalam belajarlah yang mengakibatkan siswa menjadi enggan untuk belajar.
Layaknya orangtua, guru hendaklah tidak memilah-milah siswa. Dimata Guru semua siswa itu sama. Memiliki hak dan kewajiban yang sama. Berikan pengertian kepada siswa bahwa guru ada bukan untuk ditakuti, namun guru ada untuk menjadi teman, kawan dan orangtua yang akan selalu melindungi mereka.

Guru adalah orang yang rela mengabdi, dan orang yang mengabdi dengan tulus berhak untuk disayanngi.